Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

gerakan pro globalisasi dan gerakan anti globalisasi pengertian dan contohnya

A. Gerakan Pro-Globalisasi dan Gerakan Antiglobalisasi

GlObalisasi masih mendapat reaksi pro dan kontra dalam masyarakat.
Penjelasan mengenai reaksi masyarakat terhadap gerakan globalisasi sebagal
berikut.



1. Gerakan Pro-Globalisasi

DEYDRA AFIDA: PRO DAN KONTRA GLOBALISASI DAN CARA MENGURANGI ...

Orang-orang atau kelompok yang mendukung gerakan globalisasi serin8
disebut pro-globalisasi. Kalangan ini percaya bahwa globalisasi dapat
mendorong kesejahteraan perekonomian dunia. Gerakan pro-globalisasi
berpijak pada pemikiran David Ricardo mengenai teori komparatif (Sukirn0,
2012). Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dapat bergantung pada negara
lain melalui pertukaran sesuai keunggulan barang ekspor yang dimilikinya.
Sebagai contoh, Indonesia mengekspor produk pertanian, perikanan, dan
kerajinan daerah. Sementara itu, dari sektor industri otomotif dan elektronik,
Indonesia melakukan impor



2. Gerakan pro-globalisasi cenderung menentang perlindungan/proteksi

Gerakan antiglobalisasi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia ...
barang suatu negara. Bagi gerakan ini, proteksi barang-barang impor di suatu
negara dapat menghambat pertukaran atau proses globalisasi.
Kelompok atau orang-orang yang menentang globalisasi dikenal
dengan sebutan antiglobalisasi. Gerakan antiglobalisasi lebih dikenal sebagai
gerakan keadilan global atau istilah lain yang sejenis. Gerakan ini cenderung
menentang perjanjian perdagangan global seperti menentang keberadaan
organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO) (Wibowo;
2010).

Kelompok antiglobalisasi percaya bahwa globalisasi hanya akan
mendorong pola pikir masyarakat yang berorientasi pada modal. Masyarakat
terus berupaya mengeksploitasi alam dan menjadikannya sebagai objek.
Orientasi utama yang dikejar adalah menghasilkan barang dan menjualnya
demi keuntungan pribadi. Orientasi tersebut sebagian mengenyampingkan
pemikiran untuk mengembalikan dan meneruskan sumber daya alam yang
sudah dieksploitasi. Bahkan, eksploitasi pada sesama manusia akan lebih
berpotensi terjadi. Manusia cenderung dinilai dan dihargai sebatas pekerjaan,
tanpa memandang hakikat manusia sebagai manusia. Fenomena tersebut
dapat dilihat pada fenomena eksploitasi buruh, TKI yang bekerja di sektor
informal, dan perdagangan manusia (human traficking).

Globalisasi tidak hanya menimbulkan dampak pada sektor kehidupan
ekonomi masyarakat, tetapi dalam berbagai aspek kehidupan. Selain
permasalahan di atas, terdapat beberapa permasalahan di antaranya dominasi
politik, memudarnya kebudayaan lokal, serta lunturnya kepercayaan
terhadap ajaran agama.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya
globalisasi telah berlangsung sejak lama. Akan tetapi, gerakan globalisasi masih
mendapat tanggapan pro dan kontra dalam masyarakat. Kelompok pro-globalisasi

Post a Comment

0 Comments