Global
Coba amati permasalahan sosial akibat pengaruh globalisasi yang sering
diberitakan di Indonesia! Selanjutnya, coba cari informasi apakah permasalahan
tersebut juga ditemukan di negara lain?
Dampak negatif globalisasi pada umumnya dirasakan oleh setiap negara.
Kesamaan permasalahan sosial tersebut menjadi isu global yang tidak dapat
dihindarkan. Apa saja permasalahan sosial akibat pengaruh globalisasi di tingkat
global? Mari temukan jawabannya melalui penjelasan berikut.
A. Neokolonialisme
Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar istilah
neokolonialisme? Istilah neokolonialisme mulai dikenal pada tahun 1961,
empat tahun setelah negara Ghana mencapai kemerdekaan. Istilah
neokolonialisme diuraikan secara teoretikal oleh Kwame Nkrumah,
pemimpin Ghana dalam bukunya Neo- colonialism: The Last Stage of
Imperialism (1965). Menurut Kwame Nkrumah, "the essence of
neocolonialism is that the state which is subject to it is, in theory, independent
and has all of the outward trappings of international sovereignty. In reality
its economics systems and thus it is political policy is directed from outside."
(1965: ix). Menurut kutipan tersebut esensi dari neokolonialisme ialah negara
yang memiliki kedaulatan internasional tetapi kondisi ekonomi dan politiknya
cenderung diarahkan oleh kebijakan luar.
Neokolonialisme merupakan cerminan negara berdaulat dan merdeka.
tetapi sistem ekonomi dan politiknya ditentukan oleh pihak luar. Walaupun
dari segi politik era kolonial sudah berakhir, penjajah masih berkuasa dalam
segenap bidang kehidupan secara hegemonik dalam bentuk neokolonialisme
(Rahmad: 2014:30). Agar Anda lebih memahami tentang neokolonialisme.
B. Budaya Populer
Globalisasi mendorong terjadinya pertukaran budaya sehingga interaksi
antarbudaya mengakibatkan berkembangnya budaya populer dalam
masyarakat. Apakah yang dimaksud budaya populer? Menurut D1ana
Kendall, budaya adalah kepercayaan, penerimaan mental, atau keyakinan
bahwa beberapa hal benar atau nyata (2012: 44). Budaya dapat dilihat dari
pandangan hidup, karya, dan praktik-praktik intelektual atas hasil aktivitas
kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, populer merujuk pada artu
disukai banyak orang. Budaya populer terdiri atas kegiatan, produk, dan jasa
yang diasumsikan menarik terutama pada kelas menengah (Kendall, 2012:63).
Pengaruh globalisasi mendorong meningkatnya kesamaan budaya di
seluruh dunia (Djaya; 2012: 109). Sebagai contoh, globalisasi menyebabkan
meluasnya penggunaan bahasa Inggris di berbagai negara yang sebelumnya
tidak menggunakan bahasa tersebut. Selain itu, meluasnya produk pakaian,
musik, dan makanan secara global mencerminkan pengaruh globalisasi
dalam kebudayaan masyarakat. Budaya populer cenderung merujuk pada
selera pasar yang komersial dan tercipta karena adanya produksi massal
(produk industrialisasi). Selain itu, budaya populer semakin berkembang
dan diterima masyarakat melalui peran media massa sehingga terjadi trend
atau popularitas.
Tarian merupakan salah satu wujud budaya yang umumnya men-
kini dapat menyebar menjadi budaya populer milik masyarakat global. Coba
Anda amati gambar berikut!
C. Konsumerisme
Pernahkah Anda mendengar peribahasa "besar pasak daripada tiano')
Coba deskripsikan arti peribahasa tersebut kemudian amati gambar berikut
Gambar di atas mencerminkan aktivitas masyarakat berbelan
Anda, apakah faktor terbesar yang mendorong masyarakat berbelanja
dasarkan gambar di atas? Coba kemukakan argumentasi berdasars
pengalaman dan pengamatan di lingkungan sekitar Anda
Memudarnya batasan antarwilay ah mendorong pertukaran dan
mobilitas sosial masyarakat semakin meningkat. Dalam kegiatan produksi
fenomena globalisasi ditandai dengan meningkatnya pertukaran sektO
1ndustri, yaitu dalam kegiatan ekspor dan impor. Pada umumnya negara
melakukan kegiatan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Akan
tetap1, dalam perkembangannya kegiatan impor sering meningkatkan
persaingan pasar dalam negeri. Produk dalam negeri bersaing dengan produk
impor. Persaingan harga menjadi pertimbangan yang cukup memengarun
konsumen, misalnya melalui tawaran diskon
Mal menjadi salah satu media yang menyediakan tempat bagi barang-
barang impor. Kecenderungan masyarakat berbelanja di mal, hipermarket,
dan supermarket sering melampaui kebutuhan/keperluan yang semestinya.
Fenomena tersebut dalam konsep ekonomi disebabkan surplus barang-
barang produksi. Akibatnya, banyak barang dijual di bawah harga normal
dengan sistem diskon, bonus, bahkan dengan sistem diskon yang terbatas5
waktu (discount tinme) dalam beberapa menit. Fenomena ini memicu
konsumen menghabiskan uang belanja saat itu juga tanpa berpikir panjang.
Selain itu, fenomena belanja online semakin memudahkan masyarakat
membeli berbagai barang.
Berbagai fasilitas dan kenyamanan berbelanja di mal, hipermarket,
supermarket, bahkan toko-toko online menyebabkan masyarakat sebagai
konsumen merasa dimanjakan. Di sisi lain masyarakat dipaksa melihat
berbagai pilihan produk dari kebutuhan pokok hingga barang-barang sepele.
Jean P. Baudrillard (2009) menyebut barang-barang sepele tersebut dengan
istilah gadget dan kitsch. Barang-barang tersebut memberi prestise dan simbol
status sosial yang memiliki makna tersendiri bagi kehidupan penggunanya.
(Fadhilah dalam Jurnal Kybernan, Volume 2, Nomor 1 Maret 2011).
Fenomena tersebut dapat Anda lihat melalui gambar berikut.

0 Comments